Pemalang Tourism

KABUPATEN PEMALANG
Hanya sedikit daerah yang memiliki kawasan dengan kondisi geografis ganda, yakni di wilayah pesisir dan pengunungan. Dari yang sedikit itu, Kabupaten Pemalang adalah salah satunya. Luas wilayah yang mencapai 111.530 hektare memungkinkan Pemalang terus memacu perekonomian di berbagai bidang, terutama sektor pertanian. 

Kabupaten dengan jumlah penduduk sekitar 1,35 juta jiwa ini memiliki potensi ekonomi besar di kawasan pesisir dan pegunungan. Potensi perikanan dan hasil laut dari kawasan pesisir dan produk pertanian dari kawasan pegunungan selama ini menjadi penggerak penting perekonomian Kabupaten Pemalang.

Posisi geografisnya juga strategis karena berada di jalur utama pantai utara Jawa dan bersebalehan dengan Tegal dan Pekalongan, dua daerah sentra industri dan perdagangan berbasis industri skala menengah, kecil, dan mikro terkemuka di Jawa Tengah.

Posisi strategis itu memudahkan Kabupaten Pemalang mengembangkan potensinya di berbagai bidang, baik pertanian, perikanan, perdagangan, maupun industri. Sektor bisnis berskala menengah, kecil, dan mikro di kabupaten ini juga berkembang, mengikuti gerak daerah-daerah sekitarnya. Kendati demikian, Kabupaten Pemalang tetap mengandalkan sektor pertanian.

Kabupaten ini, di utara, berbatasan dengan Laut Jawa, di timur dengan Kabupaten Pekalongan, di selatan dengan Kabupaten Purbalingga, sedangkan di barat berbatasan dengan Kabupaten Tegal.

Topografi kabupaten ini juga unik, karena memiliki dataran rendah yang berbatasan dengan Laut Jawa dengan ketinggian 1-5 meter hingga kawasan pegunungan berketinggian 925 meter di atas permukaan laut. Dua sungai besar, Sungai Waluh dan Sungai Comal, menjadi pemasok utama jaringan irigasi pertanian sehingga di sepanjang jalur ini areal pertaniannya begitu subur.

Potensi lain yakni produk unggulan seperta sentra tenun alat tenun bukan mesin (ATBM), konveksi, kerajinan kulit ular, sapu glagah, serta industri kerajinan rakyat lainnya.

Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Kabupaten Pemalang yang memiliki 14 kecamatan itu juga mempunyai kekayaan kuliner khas, seperti nasi grombyang, satai loso, lontong dekem, tahu campur, dan khamir arab.

Agrowisata Kebun Semugih

Butuh suasana baru dalam menikmati masa libur? Agrowisata Kebun Semugih bisa menjadi alternatif manakala Kabupaten Pemalang menjadi salah satu sasaran Anda berwisata di Jawa Tengah.
Anda akan menikmati hamparan luas berwarna hijau perkebunan teh dengan pemandangan sehari-sehari kaum perempuan pemetik tanaman ini. Sungguh memberikan sensasi unik ketika kita berada di perkebunan seluas 356 hektare ini.
Selain berhawa sejuk pegunungan, berada di Agrowisata Kebun Semugih ini juga membawa kita pada harmoni masa lalu. Para pemetik teh akan dengan ramah menyapa orang yang ditemuinya, tidak terkecuali para wisatawan.
Keramahan pemetik teh itu seharum pucuk-pucuk dauh teh yang dibawa dalam tenggok di punggung mereka. Lihatlah, sepanjang gadis-gadis dan para ibu itu memetik daun teh, mereka senantiasa menebar senyum keceriaan.
Suasana seperti itu tidak lagi mudah ditemui di perkotaan. Ketekunan bekerja dan harmoni mencari nafkah dan menjaga harmoni antarsesama pemetik teh mengajarkan kepada wisatawan yang menelik perkebunan ini bahwa hidup senantiasa dekat dengan keriangan.
Bila Anda ingin mendapatkan pengalaman baru, Agrowisata Kebun Semugih yang luas dan selalu diselimuti hawa dingin, merupakan pilihan tepat. Agrowisata tersebut berada di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Tidak sulit untuk mencapai kawasan ini. Anda bisa sampai tujuan dengan cepat bila menggunakan sepeda motor, namun tidak ada kesulitan berarti bila Anda bersama keluarga menggunakan mobil ke lokasi ini.

Curug-Curug

Kabupaten Pemalang memang memiliki banyak curug yang layak dijadikan salah satu tujuan berwisata di daerah dataran tinggi. Inilah beberapa curug yang perlu Anda kunjungi. Curug Sibedil di Desa Sima, Kecamatan Moga, sekitar 45 km dari Kota Pemalang. Disebut Sibedil karena tidak jauh dari lokasi ini terdapat batu berbentuk mirip bedil.

Ada pula Curug Sipendok, Desa Mandiraja, Moga, 50 km dari Kota Pemalang. Curug atau air terjun ini hanya berketinggian tujuh meter, namun di sekitarnya menawarkan panorama pegunungan yang indah.
Curug Bengkawah Desa Sikasur, Kecamatan Belik, sekitar 32 km dari pusat kota Pemalang. Curug Lawang, terletak di Desa Mendelem Kecamatan Belik, 47 km tenggara Kota Pemalang.

Untuk menuju ke daerah wisata curug-curug tersebut, cukup ditempuh dalam satu rute perjalanan karena lokasi curug-curug tersebut memang merupakan satu lintasan.

Cepaka Wulung

Inilah kawasan yang layak Anda pertimbangkan bila berniat menggelar kemah atau jalan kaki di daerah hutan berhawa sejuk. Cepaka Wulung terletak di Desa Banyumudal Kecamatan Moga, sekitar 44 km selatan Kota Pemalang.

Rasakan aroma kayu pinus di kawasan yang ditumbuhi tanaman pinus ini. Gemericik air dari sumber mata air jernih menambah sensasi alami yang menjauhkan kita dari hiruk-pikuk perkotaan yang sarat polusi dan bising suara kendaraan.

Peristirahatan Moga

Berlokasi di Desa Moga Kecamatan Moga, sekitar 40 kilometer selatan Kota Pemalang, objek wisata ini menawarkan fasilitas kolam renang alami dan tempat peristirahatan berhawa sejuk dengan panorama alam pegunungan mengasyikkan.

Bila Anda mulai jenuh dengan hiruk pikuk kota dan hawa gerah pesisir, refreshing ke Moga nan sejuk bisa mengembalikan kebugaran tubuh. Apalagi di kawasan ini juga tersedia hotel dan lapangan tenis. Tentu saja Anda bisa memperoleh aneka buah dan sayuran segar yang banyak diproduksi petani setempat.
Jadi, tunggu apa lagi. Segera jadwalkan Peristirahatn Moga sebagai salah satu tujuan wisata keluarga Anda.

Pantai Widuri

Rerimbunan pohon-pohon yang banyak terdapat di kawasan Pantai Widuri menjadikan lokasi wisata ini terasa rindang dan sejuk. Suasana pantai yang biasanya terik dan kering tidak terasakan di objek wisata ini. Suasana nyaman inilah yang menyebabkan wisatawan bisa menghabiskan waktu berlama-lama ini kawasan ini.

Hanya sekitar tiga kilometer sebelah utara Kota Pemalang. Menikmati suasana sore sembari menyaksikan Matahari tenggelam di barat merupakan pemandangan memesona yang setiap sore bisa kita saksikan sepanjang cuaca memang cerah.

Objek wisata ini memang cocok untuk liburan bersama keluarga karena di sini ada sarana bermain untuk anak dan panggung hiburan yang dalam waktu tertentu menyajikan pentas kesenian.

Pantai Joko Tingkir Terletak di Desa Loning Kecamatan Petarukan (+ 12 Km Timur Laut Kota Pemalang). Kemudian Pantai Blendung, Desa Blendung, Ulujami, sekitar 26 km timur pusat kota Pemalang. Pantai ini masih alami.

Kue Khamir

Jenis penganan ini begitu populer di Keresiden Pekalongan. Karena itu, keluarga di rumah sering mengingatkan saudaranya untuk membawa khamir bila melancong ke Pemalang.

Khamir, konon, merupakan penganan dari luar yang dibawah pendatang Arab yang bermukim di Pemalang. Rasa dan tekstur penganan ini mirip dengan apem di Jawa pedalaman. Hanya saja, ukuran khamir jauh lebih besar dan cenderung lebih berminyak.

Menikmati kue ini paling asyik pada sore hari dengan ditemani teh panas tawar bersama anggota keluarga. Harganya yang terjangkau serta kemudahan mendapatkannya, menjadikan khamir salah satu pilihan yang tepat.

Lontong Dekem

Barangkali masakan yang satu ini tidak terlalu berbeda dengan opor dan sambal goreng dari daerah lain. Namanya memang unik, Lontong dekem. Seperti halnya opor, lontong dekem ini menyajikan lauk utama berupa ayam dengan kuah santan atau opor.

Sedikit membedakan adalah dicampurkannya secara langsung sambal goreng dalam makanan ini sehingga tentu saja rasa masakan ini cenderung pedas. Rasa pedas memang menjadi cirri khas utama kuliner di kawasan pesisir, seperti di Pemalang dan daerah lain di Tanah Air.

Meskipun memiliki kesamaan dengan opor dan sambal goreng dengan kuliner daerah lain, untuk memuaskan rasa penasaran, cara terbaik adalah mencoba masakan ini. Banyak warung menyajikan masakan ini, terutama pada sore hingga malam hari.

Harga yang dipatok pada pedagang relatif terjangkau. Karena ini dengan membawa uang Rp20.000 saja, Anda bisa menikmati lontong dekem beserta minuman dan kerupuk yang menjadi teman paling pas ketika menyantap lontong dekem.

Nasi Grombyang

Inilah makanan paling populer di Pemalang juga bagi pelancong yang ingin menikmati makanan khas daerah ini. Masakan berkuah ini paling pas memang disantap pada siang atau sore hari, namun dinikmati pada malam hari juga tetap lezat dan menyegarkan.

Berbumbu rempah dan menebarkan aroma pedas merica, masakan dengan irisan daging kerbau ini terasa menyegarkan dan menghangatkan tubuh ketika disantap dalam kondisi panas. Bila Anda penyuka rasa pedas, sambal uleg bisa ditambahkan. Bila irisan daging kerbau di mangkuk terasa masih kurang, penjaja nasi grombyang menyajikan potongan daging goreng.

Begitu mudah untuk mendapatkan makanan khas Pemalang ini. Puluhan penjual nasi grombayang mulai dari kelas kaki lima hingga rumah makan menyedian jenis kuliner ini.
Karena ini, jangan lewatkan menikmati makanan khas Pemalang ini bila Anda melintas dan berwisata di Pemalang.

Tenun dan Konveksi

Membutuhkan kain tenun dengan teknik ATBM (alat tenun bukan mesin), silakan menelusuri sentra ATBM di Desa Wanarejan, Desa Beji Kecamatan Taman.

Bisa jadi sarung yang sering Anda pakai sehari-hari ini merupakan karya dari pengrajin tenun desa tersebut. Selain sarun, mereka juga membuat kain lurik khas Pemalang. Produksinya juga menembus pasar ekspor, seperti ke Malaysia dan sejumlah negara di Afrika.

Selain sarung dan lurik, Pemalang juga penghasil beragam pakaian jadi, seperti kemeja, jins, celana, pakaian anak dan wanita dengan beragam bahan. Hampir 1.000 unit usaha menggeluti bisnis garmen ini dengan melibatkan 12.500 tenaga kerja.

Sapu

Jangan anggap enteng sapu. Barang yang dianggap sepele oleh banyak orang ini ternyata pasarnya begitu luas dan merupakan produk yang terus dibutuhkan oleh rumah tangga.

Pemalang merupakan salah satu daerah penghasil sapu terkemuka di Jawa Tengah. Bahkan produknya sudah menembus pasar ekspor. Sapu produk Pemalang ini biasa dikenal sebutan dengan sapu glagah, yang menawarkan aneka model dan warna.

Produksi sapu glagah ini bisa ditemui di Desa Majalangu, Tundagan, Watukumpul Kecamatan Watukumpul dan Desa Kuta ,Kecamatan Belik. Bisnis ini memang terus berkembang, buktinya saat ini sekitar 800 unit usaha menggeluti sapu glagah dengan menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja.

Kerajinan Kulit Ular

Sangat sedikit daerah yang memiliki pengrajin spesialis pengolah kulit ular untuk dijadikan produk aksesori, seperti tas, dompet, ikat pinggang, dan lainnya. Kabupaten Pemalangan merupakan salah satu dari sedikit daerah yang memiliki produk andalan berupan kerajinan berbahan baku kulit ular.

Kulit ular yang bersisk dan berwarna-warna tentu menawarkan eksotisme dalam setiap produknya. Karena ini selama bertahun-tahun produk aksesori berbahan kulit ular dari Pemalang ini tidak pernah sepi dari permintaan.

Untuk mendapatkan produk unik ini, Anda bisa menuju Desa Sarwodadi, Kecamatan Comal, yang saat ini terdapat 16 unit usaha Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Bali merupakan pasar penting domestic. Namun jangan salah duga, produk dari Pemalang ini juga diekspor ke luar negeri.

Kalau konsumen luar negeri saja mau memakai produk berbahan kulit ular dari Pemalang, mengapa Anda tidak mencobanya?

Gerabah

Bagi para penggemar gerabah, Pemalang boleh jadi bukan merupakan tujuan pertama untuk berburu kerajinan gerabah. Namun, ternyata beragam produknya bisa menembus pasar ekspor yang mensyaratkan mutu lebih tinggi. Sejumlah daerah di luar Jawa juga menjadi sasaran pemasaran gerabah Pemalang.

Kerajinan gerabah ini bisa diperoleh di Kebondalem karena di daerah inilah puluhan pengrajin barang seni berbahan tanah liat ini terkonsentrasi. Anda bisa memilih beragam perabot rumah tangga maupun aksesori dengan harga mulai Rp5.000 hingga ratusan ribu rupiah.

Batik

Pemalang sebenarnya juga memiliki sejarah batik. Namunya, namanya tenggelam di tengah dominasi batik pekalongan, yang nyaris merajai bisnis batik di kawasan pantai utara Jawa Tengah. Kedekatan geografis Pemalang dengan Pekalongan tidak menjadikan Pemalang tumbuh sebagai daerah batik.

Meski demikian, geliat batik di Pemalang tetap ada. Dulu batik yang berkembang di daerah ini adalah tulis, yang mensyaratkan keterampilan tinggi bagi pengrajinnya, dengan jumlah produksi terbatas. Motif khas batik pemalang antara lain parang curiga, kepedak, gemek setekem, dan sawat rante. Basis produksinya berada di Petarukan dan Comal, dua kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pekalongan.

Belakangan ini Pemerintah Kabupaten Pemalang tengah mendorong produksi batik cap yang pasarnya lebih luas. Selain harganya lebih bersaing, produksi batik cap juga bisa digenjot lebih banyak ketimbang batik tulis. Harga batik tulis sekitar Rp200.000, sedangkan batik cap bisa dilepas dengan harga di bawah Rp100.000 per lembar.

Curug Bengkawah

Inilah air terjun yang layak Anda kunjungi manakala sedang berada di Kabupaten Pemalang. Kucuran deras air dari dataran tinggi memberikan sensasi unik. Terlebih bagi wisatawan yang memang menyukai pemandangan alam pegunungan.
Obyek wisata Curug Bengkawah berada di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Air terjun di lokasi ini berketinggian 20 meter, yang dikelilingi aneka tanaman.
Untuk menuju lokasi ini membutuhkan waktu satu jam dari pusat kota Pemalang karena lokasinya berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat kota. Bagi penyuka pemandangan alam, jarak bukan menjadi halangan, apalagi bila kita sampai di lokasi tersebut akan mendapatkan suguhan keindahan alam.
Gemuruh air terjun dan kicau burung dari lokasi wisata ini menandakan objek wisata ini masih terpelihara baik.
Namun, untuk pengembangan kawasan wisata ini masih membutuhkan campur tangan pemerintah setempat. Jarak tempuh yang cukup jauh dari titik kota Pemalang harus diimbangin dengan memadainya sarana transportasi.

Telaga Silanting

Bagi penyuka hawa pegunungan nan sejuk dengan keindahan alam yang masih asli, objek wisata Telaga Silanting berada di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang patut dipertimbangkan untuk dikunjungi.
Gemericik air jernih dan bening yang mengalir di sungai-seungai kecil dari sumber mata air pegunungan bisa membawa pada ketenteraman jiwa. Suara kicau burung dari pepohonan juga mengingatkan Anda pada harmoni hidup.
Lokasi objek wisata ini memang tidak terlalu dekat dari pusat kota Pemalang, namun bila Anda sudah sampai ke lokasi itu, jarak 32 kilometer dari pusat kota akan terbayarkan ketika menikmati suasana Telaga Silanting.
Konon, menurut penuturan warga sekitar, telaga tersebut merupakan bekas pemandian zaman kuno. Meski sudah berusia lama, keberadaan telaga ini masih alami. Telaga ini diapit dua tana perbukitan yang mengalirkan semilir angin ketika kita berada di sana.

Widuri Water Park

Bila Anda mulai jenuh menikmati pemandangan alam di kawasan pantai Kabupaten Pemalang, ada baiknya meluangkan waktu untuk berwisata di Widuri Water Park. Taman ini menyediakan aneka permainan air yang menyenangkan bagi anggota keluarga, terutama anak-anak.
Objek wisata Widuri Water Park dengan luas areal sekitar 6,5 hektare ini menawarkan beragam wahana, seperti bumerang, seluncur (water slide), permainan anak, dan kolam arus.
Setelah Anda dan keluarga menikmati permainan air, ada tawaran lain yang perlu Anda coba. Kawasan wisata ini memang menyediakan wahana cukup komplet. Bila masih memiliki nyali petualang, nggak ada salahnya mencoba sirkuit balap motor.
Di kawasan ini juga menyediakan sejumlah warung makan layak kunjung. Anda beserta keluarga tidak perlu keluar kawasan objek wisata ini bila ingin santap siang karena cukup banyak rumah makan yang menyediakan hidangan lezat.
Lokasi objek wisata Widuri Water Park ini terletak di pantai utara Desa Widuri, Kecamatan, Kabupaten Pemalang. Untuk menuju ke kawasan wisata ini cukup mudah karena jaraknya cukup dekat dengan pusat kota.
Objek wisata ini berjarak sekitar 2,5 kilometer dari ibukota Kabupaten Pemalang dan dapat dicapai dengan menggunakan roda dua, mobil, dan angkutan umum.

Sumber : http://www.promojateng-pemprovjateng.com/

Advertisements

6 comments on “Pemalang Tourism

  1. Betul mas Tri, Pemalang Is Lost City, kalo disebutin Kota Tegal Dan Pekalongan pasti pemalangnya kelewat, sebagai anak pemalang kita wajib mengangkat nama kabupaten tempat kita dilahirkan agar bisa sejajar dengan kabupaten/kota lain di jateng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s